Udara Tercemar  Pulih Selama Pandemi COVID-19

Medan- semenjak terjadinya pandemi virus corona atau yang sering kita dengar COVID-19 tentunya jelas telah membuat kita semua khawatir. Bahkan bukan hanya kita saja yang merasakan dampak negatifnya dari pandemi ini, namun semua penduduk bumi juga terimbas darinya. Maka seluruh negara dunia membuat ketegasan kepada warganya untuk tidak beraktivitas di luar rumah. Guna mengurangi jumlah penyebara virus ini.

Dan adanya kasus Covid-19 muncul pertama kali di indonesia diumumkan tepatnya pada bulan Maret 2020 oleh presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Sampai saat ini kasus Covid- 19 dalam situs Covid19.go.id . pada tanggal 5 Agustus 2020 mencapai total 111.871 kasus yang terkonfirmasi dengan total kesembuhan 73.889 dan mengakibatkan kematian 64 pasien. Saat ini kasus covid- 19 telah tercatat di 34 provinsi diseluruh Indonesua dari Aceh sampai papua. Indonesia menduduki peringkat 24 dengan kasus Covid-19 diseluruh Dunia dan tidak luput juga dari anjuran protokol covid-19 bahwasanya masyarakat untuk tidak berkumpul di tempat halayak ramai dan tetap dirumah saja sesuai anjuran pemerintah.

Seiring berjalanya kebijakan tersebut, secara tidak terduga hal itu memberikan dampak positif dan signifikan dalam pengurangan polusi udara di Bumi. Secara real hal itu dibenarkan dan bisa kita liat dan kita rasakan bahwasanya udara kembali pulih selama pandemi Covid-19 dengan berkurangnya aktivitas manusia dalam beberapa pekan terakhir ini.

Hal ini dalam pandemi corona secara tidak langsung dan tanpa kita sadari sudah mengubah cara pandang dan pembicaraan khalayak banyak seputar perubahan iklim dalam skala besar. Namun di sisi lain, di masa pandemi ini memang memberikan efek buruk bagi perekonomian secara global dan hal itu masih belum bisa dihadapi bagi sebagian orang.

Hal baiknya “di tengah pandemi global yang bergerak cepat ini, wajar jika kita juga memikirkan ancaman besar lainya. Namun perubahan iklim secara global seakan membantu kita bersiap untuk hari esok,’ ungkap ilmuan iklim.

Hal ini juga yang kerap diungkapkan para peneliti iklim, akan ancaman dari Global Warming. Bahkan ada pandangan skeptis bagaimana pandemi ini secara tidak sengaja menawarkan solusi dalam menangani krisis perubahan iklim.

Dalam pengamatanya selama dua bulan ini, baik dinegara manapun telah memperlihatkan penurunan aktivitas manusia yang kerap menyebabkan polusi. Pabrik industri dan transportasi massal untuk sementara waktu berhenti beroperasi karena dianggap sebagai media penularan Covid-19, hal ini menyebabkan kondisi udara dari planet yang kita tinggali ini bisa kita hirup kembali dengan segar.

Ungkapan bagaimana udara tercemar kembali pulih ini bisa dilihat dari proyek ilmiah dari pasangan ilmuan data asal Belanda, Nadieh Bramer dan Shirley Wu, pada tahun 2017. Keduanya berhasil menyulap data pada skala waktu tertentu dalam visualisasi digital, berdasarkan proyek satelit milik Amerika yang dapat mengukut kesehatan vegetatif di bumi.

“mengingat sejumlah besar bukti menyebutkan bahwa menghirup udara kotor berkontribusi besar terhadap kematian dini, pertanyaan alami muncul yang mesti diakui memang aneh apakah nyawa yang diselamatkan dari pengurangan polusi ini disebabkan oleh gangguan dari COVID-19 itu sendiri,” ungkap ekonom sumber daya lingkungan dari Standford University, Marshall Burke.

Dan sebetulnya, itu bukanlah hal yang benar-benar mengejutkan, karena berdasarkan penelitian yang telah lama diketahui sebelumnya, polusi udara mampu menurunkan harapan hidup global dan memangkas tiga tahun peluang hidup manusia.

Dilihat untuk saat adanya pandemi ini, memang sih belum ada studi langsung yang terkait perubahan iklim yang terjadi pada masa pandemi COVID-19. Namun hal baiknya dan bisa kita rasakan adanya pengurangan kendaraan dan polusi dari asap pabrik yang sedikit demi sedikit berkurang karena dampak dari COVID-19.

Penulis By:

Nama               : Maulidyah Rahma Saragih

Nim                 : 0307171020

Tugas               : Individu

KKN-DR        : kel-131

Judul              : Udara Tercemar  Pulih Selama Pandemi COVID-19

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bitnami